Cinta itu menyatukan hati, menyamakan jiwa.
Kepadanya hati mencari dan melepaskan daga.
Menjadikannya sumber energi, nyaris tanpa henti, untuk terus melayani.
Lapang dada dan ringan langkah menjalani hari-hari.
Menjadikannya penawar atas semua jeri, juga pijakan untuk setiap tindakan.
Seolah semua menjadi benar jika cinta sebagai latar.
Dengan cinta seluruh saat terasa nikmat, setiap warna terasa memesona, semua pengorbanan terasa menawan, dan segala lelah terasa megah.
Rasa ini memabukkan yang karenanya seringkali menumpulkan akal.
Karena dalam cinta, kepasrahan tanpa syarat menjadi niscaya untuk cita rasa terbaik dan kelezatan terdahsyat.