Thursday, June 20, 2013

MISTERI PAKU DI JASSAD MANUSIA

 
    Desember lalu, media gencar menyiarkan berita tentang bocah yang di betisnya terdapat puluhan paku, logam maupun jarum. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada penjelasan resmi tentang asal-usul paku tersebut. Para dokter juga tampak kewalahan menjelaskan sisi medisnya. Umat Islam juga bertanya-tanya, bagaimana penjelasan syar'inya.
    Bahwa kejadian tersebut tak lepas dari kuasa Allah, dan bahwa apapun yang dikehendaki Allah bisa terjadi, semua sepakat. Toh, banyak kejadian luar biasa sepanjang sejarah yang sebagian masih menyisakan misteri dan belum bisa dijelaskan secara ilmiah.
    Hanya saja, ada pertanyaan yang butuh jawaban, mungkinkah masuknya paku-paku ke dalam betis bocah tersebut melalui proses santet? Mengingat posisi paku-paku tersebut mustahil jika dimasukkan secara manual.
    Tulisan berikut hanya membahas sisi mungkin tidaknya kasus ini terkait dengan santet, bukan menyimpulkan secara pasti, apakah yang terjadi tersebut sudah pasti santet ataukah bukan.
    Santet tergolong jenis sihir. Jumhur ulama berpendapat bahwa diantara sihir memiliki hakikat, bukan sekedar takhyili ((ilusi) saja. Hanya sedikit yang menyelisihi pendapat ini, di antaranya Ibnu Hazm azh-zhahiri dan para penganut mu'tazilah. Bahkan al-Qarrafi dalam kitabnya al-Furuuq menyebutnya sebagai ijma' (kesepakatan). Beliau berkata, "Sihir dan beritanya telah mahsyur diketahui oleh para sahabat radhiyallahu'anhum dan mereka sepakat tentang adanya hakikat sihir." Pendapat serupa juga dinyatakan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
    Nash-nash yang shahih banyak mengisahkan sihir dan hakikatnya. Seperti sihir yang memisahkan antara suami dengan istri, kisah tentang tukang sihirnya Fir'aun, tentang tukang sihir dalam peristiwa Ashhabul Ukhdud dan masih banyak lagi.
    Bahkan Allah mengajarkan untuk memohon perlindungan kepada-Nya dari kejahatan tukang sihir, "wa min syarrin naffaatsati fil'uqad", dan dari kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul." (Qs. Al-Falaq: 4)
    Sekiranya sihir itu tidak memiliki hakikat, tentu Allah tidak akan memerintahkan kita berlindung kepada darinya.
    Lantas, apakah ada jenis sihir yang mampu memasukkan barang seperti paku ke dalam jasad manusia? Dalil-dalil menunjukkan kemungkinannya, meskipun tidak secara definitif menyebut kasusnya. Karena jenis sihir dari zaman ke zaman berubah-ubah dan bervariatif. Tapi intinya, bahwa sihir terjadi atas kerjasama antara manusia dengan setan dari golongan jin.
    Sedangkan jin mampu memindah barang-barang milik manusia, seperti pengakuan Ifrit yang mampu memindahkan singgasana Bilqis dalam waktu cepa. Jin juga mampu merasuk ke dalam jasad manusia, seperti yang seringkali penulis bahas. Dan yang terakhir, bahwa jin diciptakan lebih dahulu daripada manusia, ia juga dibekali akal. Dengan akal itu pastilah memiliki peradaban, teknologi dan temuan-temuan yang terus berkembang. Jika manusia mampu melakukan operasi cangkok anggota tubuh, maka tidak menutup kemungkinan mereka mampu melakukan dengan teknologi yang mereka miliki. Mereka 'bekerja' sedangkan kita tidak melihatnya.
Wallahua'lam. ^_^

(Ustadz Abu Umar Abdillah)


ar-risalah
0 Comments
Komentar

0 comments:

Post a Comment